ETIKA UTILITARISME DALAM BISNIS
December 4th, 2011 • Related • Filed Under
Mata Kuliah Softskill : Etika Bisnis ETIKA UTILITARISME DALAM BISNIS
Etika Utilitarisme adalah suatu etika yang menjelaskan tentang bagaimana menilai baik atau buruknya kebijakan sosial, politik dan ekonomi serta legal atau tidaknya kebijakan-kebijakan tersebut secara moral. Etika utilitarisme pertama kali dikembangkan oleh Jeremi Bentham (1748-1832). Etika utilitarisme memiliki prinsip bahwa keputusan yang telah ditetapkan atau kebijakan yang telah ditentukan dapat mendatangkan manfaat yang besar bagi sebanyak mungkin orang.
Etika utilitarisme memiliki nilai positif, antara lain:
1. Rasionalitas.
2. Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
3. Universalitas.
Etika utilitarisme digunakan sebagai suatu proses dalam pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan dan untuk menentukan kebijakan apa yang seharusnya diambil. Selain itu etika utilitarisme juga dapat digunakan sebagai standar penilaian mengengai apakah keputusan atau kebijakan yang telah dilakukan tepat.
Dalam etika utilitarisme analisis keuntungan dan kerugian tidak langsung tertuju pada keuntungan bagi perusahaan melainkan selalu dikaitkan dengan semua orang yang terkait. Maka perlu langkah konkret yang perlu diambil berkaitan dengan keuntungan dan kerugian seperti mengumpulkan alternatif-alternatif kebijaksanaan kemudian alternatif-alternatif tersebut dinilai berdasarkan keuntungan yang menyangkut aspek-aspek moral.
Dalam fungsinya sebagai penentu kebijakan, etika utilitarisme juga memiliki kelemahan seperti etika utilitarisme memiliki konsep yang universal sehingga akan menimbulkan kesulitan, etika ini tidak pernah menganggap serius keinginan baik seseorang, sulitnya menentukan prioritas, dan lebih berpihak pada pendapat kelompok tertentu.Yonny koen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar